Latar Belakang

Logo Penyelenggara KPPBI 7

Latar Belakang

Indonesia merupakan negara megabiodiversitas dengan kekayaan jenis burung yang luar biasa, mencakup lebih dari 1.836 spesies burung yang 459 di antaranya adalah endemik. Namun, berbagai ancaman seperti hilangnya habitat, perburuan liar, perdagangan ilegal, dan perubahan iklim terus mengancam kelangsungan hidup berbagai spesies burung di Indonesia. Di sisi lain, masyarakat Indonesia memiliki hubungan sosial-budaya yang erat dengan burung, mulai dari pemanfaatan tradisional hingga ekowisata modern.

Konferensi Pengamat dan Peneliti Burung Indonesia (KPPBI) hadir sebagai forum ilmiah untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya konservasi burung di Indonesia. Pada penyelenggaraan ketujuh ini, KPPBI mengangkat tema “Menggapai Harmonis Burung, Manusia, dan Lingkungan” untuk menekankan pentingnya keselarasan dalam hubungan antara burung sebagai komponen keanekaragaman hayati, manusia sebagai pengelola, dan lingkungan sebagai habitat bersama.

KPPBI ke-7 2025 akan mencakup berbagai topik penting meliputi ekologi, manajemen, dan konservasi burung di lahan berhutan, etno-ornitologi (budaya, penangkaran, perdagangan, ekowisata), taksonomi, genetika, dan perilaku burung, pengetahuan dan teknologi terkini dalam penelitian burung, keberlanjutan burung migran (raptor, burung pantai, dan lainnya), serta keberadaan burung di wilayah perkotaan dan area yang didominasi manusia.

Konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk meningkatkan upaya konservasi burung di Indonesia dengan tetap memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat serta kelestarian lingkungan. Selain itu, konferensi ini juga menjadi wadah untuk memperkuat jaringan peneliti, pengamat, dan praktisi konservasi burung di Indonesia.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Memfasilitasi pertukaran informasi dan pengetahuan terkini tentang penelitian dan konservasi burung di Indonesia
  2. Mendorong kolaborasi antara peneliti, pengamat, praktisi konservasi, dan pemangku kepentingan lainnya
  3. Meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya konservasi burung dan habitatnya
  4. Menghasilkan rekomendasi untuk kebijakan konservasi burung yang mempertimbangkan keselarasan antara burung, manusia, dan lingkungan
  5. Memperkenalkan teknologi dan metodologi terbaru dalam penelitian dan pengamatan burung.